Trống

PERJODOHAN By : Sherina Emasiana

PERJODOHAN By : Sherina Emasiana

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

 PART 1

Sebuah rumah kecil sederhana tapi sangat nyaman,tinggal keluarga kecil di sana.

"Selamat pagi yah"sapa zelina.

"Pagi putri cantik ayah"balas ayah.

"Ayah!!Zee ngak suka di panggil cantik"Rajuk zelina.

"Lah,kenapa memangnya?kamu kan emang cantik"tanya ayah sambil tersenyum.

"Cantik dari mana sih?jelek gini"jawab zelina.

"Ih kamu itu jangan insiyure jadi orang"balas ayah.

"Hah? insecure kali yah, hahahaha...".

"Oh iya sama aja itu,kan mirip"sambung ayah.

"Mirip dari mana?emang mereka saudara kembar apa?"tanya zelina sambil tertawa.

"mana ayah tau,emang ayah yg membuat kata itu?,kan enggak"jawab ayah lalu tertawa terbahak-bahak sampai ia batuk.

"Uhuk-uhukkk...".

"Udah-udah,kalian itu yah anak sama bapak sama aja,suka berisik di meja makan"sambung bunda menenangkan ayah dan memberikan ayah segelas air.

"Yey bunda ngak asik deh,ngak kayak ayah"ucap zelina.

"Iya lah bunda itu kalem klok ayah kan barbar"canda bunda.

"Pagi "ucap singkat Raden.

"Pagi mas,kok baru bangun tadi tuh ada peperangan aku sama ayah mas"ucap zelina.

"Ngk penting"balas Raden.

"Kamu kok ngomong gitu sih raden,adek kamu ini loh yah harus di sayang jangan cuek sama adik sendiri"jelas bunda.

"Sarapan aku mana Bun?aku mau berangkat sekarang juga"ucap Raden singkat.

"Raden kamu kok gitu sih setiap pagi ayah perhatiin kamu selalu cuek sama ayah, bunda dan adekmu, memang nya kamu ngak mau kita ketawa bareng?"tanya ayah.

"Ngk,udah yah Raden pergi dulu"ucap Raden dan pergi.

Zelina pun sedih melihat kakaknya yang setiap hari selalu seperti itu,tidak mau bergabung dan memilih menyendiri.

Raden itu anak pertama dan dia selalu menyendiri setelah pulang sekolah,ia bahkan mencari pekerjaan paruh waktu agar ia tidak berada di rumah,ntah apa alasannya.

Sedangkan zelina itu anak ketiga,yah karena sebelumnya ada Flo anak ke dua dari ayah dan bunda tapi Flo sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

"Bun aku pergi dulu yah"ucap zelina.

"Iya hati-hati yah Zee,jangan telat makan yah"balas bunda.

"Iya bun,ayah...aku udah siap nih cepat nanti keburu telat nih".

"Iya-iya bentar ayah ngambil kunci kereta dulu".

"Bun,ayah pergi dulu yah"

"Iya yah hati-hati,jangan ngebut di jalan, pelan-pelan aja"

"Iya bun"

Selesai berpamitan dengan bunda ayah pun segera mengantar zelina ke sekolah dengan kereta.

Tak sampai 3 menit mereka pun sampai di depan gerbang sekolah SMA negeri.

"Belajar yang bener yah,jangan ikuti temen yang ngk bener"ucap ayah.

"Iya yah,ayah juga hati-hati kalau di jalan"balas zelina.

Ayah pun kembali pulang dan zelina pun menuju kelasnya.

Diperjalanan pulang ayah yang memiliki penyakit asma pun kambuh di tengah jalan,tak hanya itu tiba-tiba kepala ayah pusing dan terjadi lah kecelakaan.

Bruukk...

Di rumah bunda yang menjahit baju pun tiba-tiba menjadi tak karuan,karena perasaan nya yang terasa tidak enak.

"Aduh kenapa ini yah?kok perasaanku ngk enak banget"batin bunda.

Bunda Pun segera menghilangkan pikiran negatif dari kepalanya dan melanjutkan jahitan nya.

"Halo"

".............."

"Apa?sekarang di mana?"

"............………"

"Iya iya saya ke sana"

Raden pun langsung segera permisi dari sekolah dengan berlari dan menangis.

Raden segera mengambil keretanya di parkiran dan segera menjemput bundanya di rumah.

"Bunda...."teriak Raden.

"Iya den,Lo kamu kok bar..."

"Udah bun sekarang ikut Raden"potong Raden dan menarik tangan bunda.

"Kenapa sih?"

"Ayah bunda, ayah".

"Ayah kenapa?"

"Ayah kecelakaan".

Bunda yang mendengar itu pun langsung menangis dan segera pergi ke rumah sakit bersama Raden.

Di perjalanan Raden hanya fokus dengan jalan sedangkan bunda terus berdoa agar ayah baik-baik saja.

Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit umum dan segera mencari informasi kamar korban kecelakaan.

"Permisi,dimana ruangan korban kecelakaan jam 9 tadi?"tanya Raden.

"Di UGD pak,bapak keluarganya?mohon mengisi data pasien yah pak"ucap jelas sang resepsionis.

"Iya saya isi tapi nanti yah"

"Maaf pak lebih baik diisi dulu datanya,hanya sebentar kok pak"sambung resepsionis itu.

"Udah den kamu yg isi bunda yg ke UGD "

"Iya bun"

Di ruang UGD bunda menangis melihat ayah yg berlumuran darah,dan hanya terbaring lemas di tempat tidur.

"Ayah,ayah kenapa?kok seperti ini?"

"Maaf buk,apakah ibu keluarga pasien?"tanya dokter.

"Iya saya istrinya"ucap bunda pelan dan menangis.

Datanglah Raden dan langsung menangis segera memeluk bunda.

"Bunda,ayah kenapa Bun?"tanya Raden sambil menangis.

"Bunda juga ngk tau"jawab bunda sambil menangis.

"Pasien harus segera di operasi,karena benturan di kepala korban sangat dalam dan ada batang pohon yang menyangkut di ususnya"jelas dokter.

"Dok,lakukan yang terbaik untuk suami saya"ucap lemas bunda.

"Baik buk,tolong segera urus administrasinya"terang dokter itu lagi dan pergi.

"Bunda aku ke resepsionis dulu "

"Iya"

••••••

"Permisi,saya keluarga pasien bapak herdi,saya ingin melihat berapa biaya operasi ayah saya?"tanya Raden.

"Oh iya sebentar yah pak"

"Iya"

"Ini pak berkasnya dan disini dan ada jumlah biaya operasi atas nama bapak herdi"

Saat melihat laporan itu,Raden terkejut melihat nominal yang tidak sedikit dan dia binggung untuk membayarnya.

"Terima kasih saya diskusi kan dulu ke keluarga saya".

"Baik pak"

••••••

"Bunda, biaya nya mahal banget Bun"

"Memangnya berapa den?"

"40 juta bunda itu udah sama penginapan dan lainnya"

"Ya Allah banyak sekali,bunda mana ada uang segitu"

"Iya bunda,Raden cuman ada uang sejuta dan ngk akan cukup"

"Bunda punya tabungan tapi cuman 5 juta den,itu pun sudah sama kalung emas ibu, kira-kira segitu"

"Terus gimana buk?ayah harus segera di operasi, gimana mungkin kita dapet uang sebanyak itu?"

"Ya Allah,gimana ini,bunda juga pusing Raden,oh iya kita jual saja rumah gimana?"

"Bunda yakin?rumah kita itu kecil bun,kalau pun laku itu juga ngk cukup,dan nanti kita mau tinggal di mana?"

"Iya juga yah,aduh kepala bunda sakit den"

"Gimana kalau ibu minjam sama sahabat ayah bun yang pernah datang ke rumah itu?dia kan orang kaya bun"

"Iya bener kamu den,ya udah kamu antar bunda ke sana yah".

"Iya bun"

••••••

Punya cerita lain yang ingin kami muat?,Bergabunglah dengan komunitas kami di Telegram,Klik TOMBOL dibawah ini.


Sampai lah mereka di sebuah mansion besar dan luas.

"Bun,bener ini alamat nya?"

"Iya den,ini alamat yang mereka kasih waktu itu"

PART 2

"Permisi anda mencari siapa?"tanya seorang satpam di depan gerbang.

"Iya,pak saya mencari bapak Wijaya,apakah benar ini rumahnya?"tanya ibu.

"Benar buk,ini rumah bapak Wijaya, sebelumnya anda siapa yah?apakah kerabat dari bapak Wijaya?"tanya satpam itu lagi.

"Saya bukan kerabat bapak Wijaya tpi suami saya itu sahabat bapak wijaya dan sekarang saya ingin bertemu dengan bapak Wijaya,pak ini sangat penting"terang bunda.

"Tunggu sebentar yah buk,saya informasikan ke orang dalam dulu"jawab satpam tersebut.

Bunda dan Raden hanya mengangguk mengerti dan mereka terus berharap agar bisa bertemu dengan bapak Wijaya.

"Bun,bagaimana ini kalau pak Wijaya ngak mau meminjamkan kita uang,gimana dengan ayah bun?"tanya Raden dengan panik.

"Kita berdoa aja den"jawab Bunda.

Tett...tet..tet....

Suara klakson mobil pun terdengar nyaring dan berisik, membuat bunda dan Raden yg sedang berdiri di depan gerbang pun menepi.

Gerbang secara otomatis terbuka dan mobil merah itu pun masuk.

"Buk,saya sudah mendapatkan informasi dan ibu dipersilahkan masuk"ucap satpam itu.

"Baik pak,oh yah pak,mobil merah tadi apa itu bapak Wijaya?"tanya bunda.

"Bukan buk,itu adalah putra dari bapak Wijaya"jawab satpam dan mempersilahkan mereka masuk dengan sopan.

Mereka pun masuk ke mansion besar itu,karena halaman yang cukup besar,bunda dan Raden pun kelelahan.

Tampak didepan mereka pintu besar yang terbuka.

"Assalamualaikum....permisi"teriak bunda pelan untuk memanggil si pemilik rumah.

"Iya waalaikumsalam,oh kamu?kita pernah ketemu sebelumnya,kamu masih ingat?"ucap wanita yang seumuran dengan bunda.

"Iya saya ingat,kamu adalah istri pak Wijaya"ucap bunda.

"Iya,ayo silahkan masuk"ucap sang nyonya di mansion itu.

"Terima kasih"ucap bunda.

Mereka pun masuk dan duduk di sofa yang sangat empuk dan didepan mereka di hidang kan teh dan beberapa kue kukis.

"Kedatangan kami ke sini ingin bertemu dengan bapak Wijaya"jelas bunda dengan cepat.

"Suami saya sedang ke kantor,hmm...memangnya ada masalah apa?"tanya wanita itu.

Bunda pun menjelaskan kecelakaan yang menimpa ayah dengan jelas,sambil menangis bunda berusaha tetap tegar.

"Baik,tunggu sebentar yah,saya akan menghubungi suami saya dulu"ucap wanita itu.

"Baik"balas singkat bunda.

Setelah beberapa saat wanita itu pun datang lagi dan memberikan koper hitam yang berisikan uang.

"Ini mbak,koper ini berisi uang 100 juta"terang wanita itu.

Betapa terkejutnya mereka saat melihat uang sebanyak itu.

"Tapi kami hanya meminjam uang 40 juta,bukan 100juta"ucap bunda.

"Iya Saya tau,tapi suami saya sendiri yang memberikan ini mbak,tolong terima"ucap wanita itu.

"Terima kasih,saya sangat berterima kasih sekali,saya akan mengembalikan uang ini secepatnya"ucap bunda.

"Tidak perlu mbak,anggap saja kami yang sedang hutang dan sekarang kami membayarnya"jelas wanita itu.

"Tidak,pasti nanti saya bayar,terima kasih sekali lagi"ucap ibu sambil menangis.

"Nanti malam,saya dan suami saya akan menjenguk ke rumah sakit,bisa saya minta nomer telpon mbak?"tanya wanita itu.

"Saya tidak punya hp,tapi anak saya punya,Raden kasih nomer kamu nak"ucap bunda.

"Iya bun"balas Raden.

Raden pun langsung menyebut kan nomer telpon nya dan wanita itu dengan cepat menyimpan nomer Raden di hpnya.

"Baik,sudah saya simpan,nanti kalau saya menelpon tolong di angkat yah"jelas wanita itu.

"Iya tante,pasti saya angkat"jawab Raden.

"Oh iya nama saya Andini mbak"ucap wanita itu.

"Iya,saya juga lupa, perkenalkan nama saya safa,maaf tidak bisa berlama-lama karena uang ini harus segera saya berikan kepada rumah sakit"terang bunda.

"Iya mbak tidak apa-apa"balas Anindi.

Mereka pun pergi dari mansion mewah itu.

••••••••

Di rumah sakit Raden segera memberikan uang untuk membayar administrasi ayahnya sedangkan bunda ia menemani ayah di ruang UGD.

"Bun,udah Raden lunasi dan kata suster operasi ayah dilakukan 10 menit lagi Bun"

"Iya den,bunda rasanya lega untung masih ada orang baik seperti keluarga bapak Wijaya dan ayah tidak salah memilih sahabat"ucap bunda.

"Iya bunda aku bersyukur banget, akhirnya ayah di operasi juga"ungkap Raden.

"Astaghfirullah,den kamu udah kasih tau Zee?bunda sampe lupa sama dia karena ngurus bapak tadi"balas bunda.

"Iya bun,aku ke sekolah Zee dulu"

"Iya, hati-hati yah nak"

Raden pun segera menjemput zelina di sekolah.

•••••••••

Raden di berikan izin untuk masuk oleh bapak satpam dan pak kepala sekolah.

"Permisi,,,,,buk maaf mengganggu"ucap Raden di depan kelas zelina.

"Iya nak silahkan masuk,ada apa yah?"balas guru itu.

"Terimakasih buk,saya kakak nya zelina,saya ingin minta izin untuk membawa zelina pulang"jelas Raden.

"Oh iya memangnya ada Masalah apa nak?"tanya guru itu lagi.

"Ayah kami kecelakaan buk dan sekarang sedang di rumah sakit jdi saya ingin memberi tahu kabar ini"ungkap Raden.

Zelina yg mendengar kakaknya bicara pun langsung menghentikan kegiatan belajar nya dan menangis ia juga berlari kedepannya lalu memeluk Raden.

"Hiks,,,,hiks,,,kak ayah kenapa?gimana keadaan ayah?"tanya zelina bertubi-tubi sambil menangis.

"Yang tenang zelina,sabar,,,"ucap guru itu sambil menenangkan zelina.

"Ayah udah baik-baik aja, sekarang ayah di rumah sakit bentar lagi ayah mau di operasi"jelas Raden.

"Buk saya permisi yah,saya mau lihat ayah saya dulu "izin zelina ke guru itu dan guru itu pun menyetujui permintaan zelina.

••••••••

Di rumah sakit zelina dan raden segera pergi keruang operasi.

"Bunda,,,,,hiks,,,hiks"teriak Zee dengan pelan dan memeluk bunda nya sambil menangis.

"Zelina,sabar sayang kita berdoa aja mudah-mudahan ayah sembuh"ucap bunda.

⏳2 jam kemudian ⏳

Dokter pun keluar dan mengatakan hal yang gembira kepada bunda,Raden dan zelina.

"Operasi berjalan dengan lancar sekarang bapak herdi sudah normal kembali tapi bapak herdi perlu istirahat yang baik"terang dokter itu.

"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah"ucap syukur bunda.

"Sekarang bapak herdi akan dipindahkan ke ruang biasa buk"ucap dokter.

"Baik dok"balas bunda singkat.

Drrrrttt...drrrrttt....

"Den hp kamu geter tuh"ujar bunda.

"Iya bun,ada yg nelpon Bun tapi nomor nya tidak dikenal"

"Angkat aja mungkin penting"

"Iya bunda,Raden angkat dulu"

******

"Halo"

"............."

"Iya saya anak bapak herdi,ini siapa yah?"

.............

"Oh iya Tante,ayah sekarang baik-baik aja tante,"

"................"

"Di rumah sakit umum,kamarnya di lantai 3 ruang mawar Tante"

".................."

Punya cerita lain yang ingin kami muat?,Bergabunglah dengan komunitas kami di Telegram,Klik TOMBOL dibawah ini.


"Iya Tante saya tunggu di loby "

••••••••

"Zee,coba kamu cari di mana Raden,kok ngk balik?"tanya bunda.

"Iya bunda aku ke bawah dulu yah"balas zelina.

"Iya Zee,oh iya kalian pulang aja dulu,ganti seragam kalian dan mandi,nnti kesini lagi"jelas bunda.

"Iya bun,aku cari mas Raden dulu yah"

Zelina pun segera mencari ke lobi dan benar saja Raden ada di sana sedang bicara dengan beberapa orang.

"Mas raden"sapa zelina.

Beberapa orang itu pun melihat termasuk Raden.

"Perkenalkan tante om ini adek saya namanya zelina"ucap Raden.

"Oh kamu Zee yah?wih udah besar aja yah,makin tinggi lagi"ungkap pria paruh baya itu kepada zelina.

"Ini siapa yah?kok aku ngk tau orang ini?"batin zelina.

"Ini om Wijaya Zee,temen berantem kamu dulu"jelas pria itu.

"Halo om,tapi bener om Zee ngk tau om mungkin Zee lupa"ungkap Zee.

"Iya gak papa,nanti om jelasin yah,sekarang kita keruangan ayah kamu aja yah"balas pria itu.

Mereka pun berjalan ke atas tapi yang bikin zelina ngk nyaman adalah kehadiran anak dari om wijaya,dari tadi dia selalu memantap zelina dan itu membuat zelina ngk nyaman.

PART 3

"Ini orang ada masalah apa sih sama aku?kok liatiin aku gitu amat,dari bawah sampe atas pula "batin zelina.

Di dalam lift zelina sangat tidak suka melihat anak dari pak Wijaya.

••••••••

Mereka pun sampai di ruang mawar tempat dirawatnya ayah.

"Silahkan masuk,ayo nak masuk"ujar bunda kepada anak pak Wijaya.

Dan anak lelaki itu hanya diam sambil melihat sekeliling ruangan yang sangat sempit dan panas.

"Oh iya mbak,saya lupa memperkenalkan anak saya yang ini,namanya Justin mbak"ucap Andini.

"Iya saya ingat dulu kan dia paling cuek kalau ngak salah"sambung bunda.

Flashback....

6 tahun lalu⏳

"Bunda bentar lagi sahabat ayah mau datang,udah siap semua kan semur jengkol sama ayam goreng nya?"tanya ayah.

"Iya udah yah,bunda mau siap-siap dulu yah,mau ganti baju"jawab bunda.

"Yaudah sana,sekalian dandan yang cantik biar sahabatku itu iri,hehehe"ucap ayah sambil tertawa.

"Ehemmm"balas bunda singkat.

"Eeh Zee,jangan main kotor yah,nanti baju kamu kotor"tegur ayah.

"Iya yah,Zee cuman mau makan permen ini"jawab Zee dengan polos.

"Raden,jaga adik kamu bentar yah,ayah mau ke dapur oh iya satu lagi nanti kalau temen ayah sampai kalian berdua harus jaga sikap,jangan bandel,harus sopan sama tamu nanti yah"terang ayah.

"Iya yah"jawab serentak Zee dan Raden.

Ayah pun meninggalkan mereka dan pergi ke dapur untuk membawa beberapa makanan yang tertinggal.

"Assalamualaikum.....bobohoyy"teriak seorang tamu dari luar rumah.

"Waalaikumsalam,eh udah sampai kayaknya"balas ayah dan segera keluar.

Saat ayah membuka pintu terlihat lah seorang pria dan wanita serta anak-anak mereka.

"Eh wijay,apa kabar kamu?"sapa ayah.

"Baik bobohoyy,kamu apa kabar?"balik sapa Wijaya.

"Alhamdulillah baik juga,ayo ayo masuk"balas ayah.

"Iya terimakasih, sebelumnya ini istriku Andini dan ini anak kami Justin dan nana"ucap Wijaya sambil menunjuk Istri dan anaknya.

"Oh iya saya herdi dan ini anak-anak saya Raden dan zelina"terang ayah.

"Wah mereka manis sekali yah,bukannya anak kamu ada 3 yah bobohoyy?"tanya Wijaya.

"Iya benar yang satunya putri kami namanya Flo dia meninggal 4 tahun lalu"sambung bunda yang baru keluar.

"Eeh salam kenal,saya Wijaya mbak ini istri saya Andini dan kedua anak saya Justin dan nana"balas wijaya.

"Iya,mari kita keruangan tamu"ucap bunda mempersilahkan mereka duduk di sofa.

Mereka sibuk berbicara dan tertawa tapi dilain sisi anak-anak dari kedua keluarga itu hanya duduk saling tatap-tatapan saja.

"Hai kak!!cenalin aku Nana,ci imut dan baik hati"sapa nana memecahkan keheningan.

"Hy,aku zelina,panggil aja Zee"balas sapa zelina.

"Iya kak jee,ini kakak aku yang paling uwek dan jaat namanya estin "terang Nana.

"Enak aja paling jahat,bukan estin tapi Justin"potong Justin dan pergi ke ruang tamu dan duduk di antara orang dewasa itu.

"Sombong banget sih"ucap Raden tidak suka dengan kelakuan Justin.

"Hehehe Maap ya kak,emang estin gitu olangnya suka jaat"ucap Nana.

"Hehe iya gak papa kok na,kenalin nama kakak Raden "balas Raden.

"Iya kak salam enal ugak"balas Nana dengan imut.

"Justin kok ngak ikut main bareng mereka?"tanya ayah.

"Ngak mau,ngak seru,pah ayo kita pulang"jawab Justin dan memasang muka cemberut.

"Bentar lagi justin,kita kan baru sampe"balas wijaya.

"Aku bosan pah, disini panas ngk ada AC sempit lagi"ucap Justin.

"Justin kamu kok ngomong gitu,ngak sopan"ucap Anindi dengan marah.

"Udah gak papa,namanya anak-anak biasa itu"ucap bunda.

"Maaf yah mbak"ucap Andini.

"Iya gak papa,ayo kita makan aja mungkin anak-anak udah laper"ajak bunda.

"Iya ayo,oh ya wijay istriku udah masak semur jengkol untuk kita itu kan makanan favorit kita dulu"ucap ayah.

"Sampe sekarang masih suka kok bobohoyy"balas wijaya.

••••••••

Flashback on

"Gimana keadaan herdi sekarang?mbak"tanya Wijaya.

"Kata dokter, tinggal tunggu siuman aja pak"jawab ibu.

"Oh Alhamdulillah kalau begitu,semoga herdi cepat sadar"ucap Wijaya.

"Iya,terima kasih pak Wijaya sudah mau meminjamkan saya uang untuk operasi suami saya"balas bunda.

"Sama-sama mbak lagian saya bersyukur akhirnya bisa ketemu lagi sama herdi,karena saya pernah nyari kalian dirumah lama tapi kalian sudah tidak tinggal di sana lagi dan no hp herdi Pun tidak aktif lagi"ucap Wijaya.

"Iya pak,kami sudah pindah karena saat itu kami menjual rumah itu dan membeli rumah yang lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari"terang bunda.

"Emangnya herdi tidak bekerja?"tanya Wijaya.

"Ngak pak,setelah suami saya mengidap penyakit asma dia berhenti kerja karena asmanya suka kumat kalau dia kecapean"ucap bunda.

"Asma?dari dulu saya sudah bilang sama dia untuk periksa tapi dia ngk mau,dari dulu dia suka sesak nafas tapi saya tidak tahu kalau dia ada riwayat asma"jelas Wijaya.

"Kami juga baru tahu pak beberapa bulan yang lalu,suami saya memang menyembunyikan penyakit ini dari lama"ucap bunda.

"Bobohoyy memang begitu dari dulu,tidak mau menyusahkan orang lain"ujar wijaya.

Beberapa jam kemudian ⏳ tak terasa mereka berbicara dan sudah sore.

"Om,nana mana?seingat saya om punya anak perempuan kan?"tanya zelina.

"Iya Zee,sekarang dia sekolah di Malaysia jadi ngk bisa ikut kesini"jawab Wijaya.

"Ouhh iya om"balas singkat zelina.

"Kamu cantik banget Zee, belajar yang pinter yah,banggain bunda sama ayah kamu"ucap Andini.

"Hehehe Tante bisa aja Zee jadi salah tingkah ni Tan,iya tante Zee bakal banggain ayah sama bunda"balas zelina.

"Bagus lah,oh iya sekali-kali nanti kamu mampir yah kerumah om sama Tante nanti Tante kirim supir untuk jemput kamu"ajak andini.

"Hah?ngapain Tante saya ke sana?"tanya zelina kaget.

"Emm kamu nemenin Tante lah,soalnya Tante kesepian semenjak nana ke Malaysia,kamu mau kan?"tanya Andini

"Gimana yah Tan,nanti bunda marah tan"balas zelina.

"Ngk kok bunda kamu udah izinin"ucap andini.

Zelina hanya mengangguk mengerti dan diam saja.

"Mbak kita pamit dulu yah, kapan-kapan kita kesini lagi"ucap Wijaya.

"Iya makasih pak Wijaya saya ucapkan sekali lagi,saya udah ngerepotin keluarga"terang bunda tidak enak hati.

"Enggak kok mbak,kita balik dulu yah,ayo Justin"ujar wijaya.

Justin pun segera bangkit dari duduknya dan terlihat jelas wajahnya semangat karena dari tadi Justin sangat bosan dan mengantuk.

"Tuh kan ni orang liatin aku lagi"batin zelina kembali menganggu.

"Ni cewek dulu kayaknya paling pendek deh,kok sekarang hampir sama sih tinggi nya sama gue?apa dia minum obat tinggi yah?batin Justin.

"Tuh kan dia ngelirik aku lagi,ihh pengen deh kutampol itu muka nya kearah lain"batin zelina lagi.

PART 4

Raden dan zelina pun mengantarkan keluarga pak Wijaya sampai lobi.

"Om,sekali lagi saya berterima kasih sekali karena om sudah mau membantu kami"ujar Raden.

"Iya om juga sudah menganggap kalian itu keluarga kedua dan kalian udah om anggap anak sendiri"terang Wijaya.

"Makasih om,saya pasti akan balas jasa om ini"ucap Raden lagi dan itu membuat Wijaya pun tersenyum.

"Om pegang ucapan kamu yah,hehehe yasudah om pulang dulu"ujar wijaya.

"Iya om, hati-hati di jalan"ucap zelina.

"Iya Zee,jaga bunda sama ayah kalian dengan baik"ucap Wijaya lagi.

Wijaya pun segera naik ke mobilnya diikuti oleh istri dan anaknya Justin.

•••••••••

Punya cerita lain yang ingin kami muat?,Bergabunglah dengan komunitas kami di Telegram,Klik TOMBOL dibawah ini.


Didalam mobil Andini memarahi Justin karena sikapnya yang dingin.

"Jus,kenapa sih tadi itu kamu ngak nyaman banget di rumah sakit?"tanya Andini marah.

"Lagian mama sama papa ngapain sih pake aja aku segala,maksa lagi kan aku bete mendingan aku jalan sama Sasha "terang Justin.

"Kamu tuh yah,mama udah bilang berapa kali sama kamu,kalok perempuan itu ngak baik,dia itu matre dan jahat"ucap andini.

"Please deh mah!!dari kemaren tuh mama cuman bisa jelekin Sasha doang,coba deh mama tuh Deket sama dia pasti mama juga nyaman dan dia itu orangnya baik"jelas Justin.

"Mamah tuh binggung sama kamu,pelet apa yang di kasih perempuan itu sama kamu?"ujar Andini.

"Mamah!!!"bentak Justin.

"Justin!!!jaga sikap kamu,berani sekali kamu membentak mamah kamu sendiri,mama yang sudah melahirkan dan merawat kamu,begini perlakuan kamu sama mama?hah?ngak tau terima kasih sekali kamu!!dan kamu lebih membela wanita itu?wanita yang kamu ngak tau asal usul dia?malah kamu bela setengah mati!!"bentak Wijaya pada Justin.

"Maaf pah,mah aku terlalu emosi"ucap Justin dengan suara lembut.

"Mulai sekarang semua fasilitas yang sudah papa kasih ke kamu bakalan papa cabut dan kamu ngak boleh bantah perintah papa"jelas Wijaya.

"Pah jangan gitu dong,nanti aku gimana? Aku ngak bisa pah,tolong lah pah maafin aku!mah please dong bantuin bujuk papa"bujuk Justin.

"Kali ini mamah ngk akan belain kamu"ucap Andini.

"Jangan banyak tanya dan protes Justin,sudah lama papa pengen cabut fasilitas kamu tapi selalu di bantah mama tapi kali ini ngk ada yang bantu kamu dan kamu bakal jadi anak yang mandiri ngk manja seperti sekarang ini,kamu juga akan lebih menghargai orang dan uang"jelas Wijaya.

Justin hanya diam dan memasang wajah marah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia sangat takut dengan papanya,selama ini yang menyelamatkan nya dari amarah Wijaya adalah mamanya sendiri tapi kini Andini tak ada lagi di pihaknya.

Saat sampai di rumah Justin langsung naik ke atas menuju kamarnya.

"Nyonya,makan malam sudah siap"ucap seorang maid.

"Iya saya mau bersih-bersih dulu tolong buatkan saya dan suami saya teh hijau yah"ucap Andini.

"Baik"balas maid itu lalu pergi ke dapur.

"Mah,papa mau bicara sama mama"ucap Wijaya dan langsung pergi ke kamarnya.

Diikuti oleh Andini di belakang nya ia mengerti maksud suaminya itu.

"Ada apa pah?"tanya Andini.

"Selama ini apa kita sudah salah mendidik Justin?"tanya balik Wijaya.

"Dalam hal ini papa ngk salah,tapi mama lah yang harus disalahkan karena selama ini mamah selalu memanjakan dia dan mengikuti semua ucapan dia,mama nyesel lah"ucap Andini sambil menangis mengingat perilaku Justin yang selalu membantah.

"Mah,ini bukan salah mama aja tapi juga salah papa,papa sebagai kepala rumah tangga tidak becus mengurus keluarga"balas wijaya.

"Pah,mama pikir gimana kalau kita deketin zelina sama Justin,alasan mama itu karena zelina anaknya sopan,baik dan pintar pah,mama suka sama perilaku dia jadi mama berpikir seperti itu,gimana pendapat papa?"tanya Andini.

"Mama juga sepemikiran sama papa?bagus deh kalau gitu"ucap Wijaya senang.

"Jadi papa setuju?"tanya Andini.

"Iya mah, sebenarnya papa dulu sama herdi pernah membuat perjodohan untuk anak-anak nanti tapi itu hanya candaan"jelas Wijaya.

"Kalau begitu kita buat itu terjadi pah,mama yakin herdi juga bakal setuju sama perjodohan ini"ucap Andini.

Tok..tok...tok..

"Permisi nyonya,tuan tehnya sudah siap"ucap maid dari luar pintu kamar.

"Iya nanti saya kebawah"ucap Andini.

"Baik nyonya"balas maid itu dan turun.

"Yaudah pah sekarang bersih-bersih dulu sana,mama tunggu di bawah yah"ucap Andini.

"Iya mah"balas singkat Wijaya.

••••••••

Sedangkan Justin hanya duduk memikirkan rencana agar orang tuanya mau memberikan lagi fasilitas mewah yang selama ini ada padanya.

"Duh gimana nih?kalau semuanya diambil sama bokap gue mau ngajak jalan, shopping Sasha dari Mana?"tanya Justin sambil berfikir.

"Nanti Sasha bakal marah lagi kalau aku ngak bisa jemput dia lagi pake mobil,ntar dia ninggalin gue"ucap Justin cemas.

"Gue harus calling Nana nih"gumamnya lagi.

Setelah itu Justin segera mengambil hp dan menghubungi nomer penyelamatnya.

(Baca bagian nananya pake logat Malaysia gitu yah😂soalnya kan Nana udah tinggal di Malaysia lama jdi dia udah kebiasaan pake logat ala-ala Malaysia gitu guys).

"Halo na"

"Hmmm....apaan nelpon aku malam-malam gini?"

"Gini na,gue mau minjam uang Lo yah,nanti gue ganti dan Lo kirim di rekening gue aja"

"Heeleh,,,,kau kira awak ni ATM pribadi kau keh?"

"Please lah Lo tolongin gue,nanti gue gantinya uangnya dua kali lipat kalau perlu lima kali lipat deh"

"Ade problem ape?haa!awak tau ni,pasti mama and papa tarik you punya fasilitas keh? "

"Iya puas Lo?udah deh jangan banyak tanya mending Lo transfer gue uang 10 juta besok"

"Tak nak,awak tak punya uang sebanyak tuh lah,Mane awak dapat uang segitu?"

"Lo tuh gimana sih,Lo pake aja dulu uang sekolah Lo,kan bisa"

"Tak nak,dah lah assalamualaikum"

"Ehhh,Nana sialan"ucap Justin kesal.

•••••

Di rumah sakit terlihat bunda yang tidur karena kecapean menjaga ayah,Raden yang pulang untuk mengambil beberapa baju bunda dan ayah sedangkan zelina hanya duduk menatap ayahnya yang belum bangun.

"Ayah,zelina kangen sama gangguan ayah,ayah bangun yah"ucap zelina pelan.

"Zelina janji ngk akan marahin ayah lagi deh kalau ayah manggil Zee cantik"sambungnya lagi.

"Ayah!!ngak kasian sama aku,bunda dan kakak?please bangun,,,,Zee cuman mau ayah bangun"kali ini air matanya tak tertahan dan ia pun menangis itu yang membuat bunda terbangun tadi tidurnya.

"Zee,kamu kenapa sayang?"tanya bunda.

"Hah?hem ngak papa kok Bun"ucap zelina sambil menghapus air matanya.

"Kamu nangis?sini bunda peluk"balas bunda dan memeluk zelina.

"Bun,,,hiks,,,hiks kenapa ayah belum bangun juga?apa ayah ngk sayang sama kita?"ucap zelina dan menangis sejadi-jadinya.

"Sayang,ayah tuh sayang banget sama kita mungkin ayah kecapean jdi sampai sekarang dia belum bangun"ucap bunda dengan tegar.

"Bunda kok bisa sekuat ini sih?"tanya zelina.

"Bunda kuat karena kamu dan Raden sayang,cuman itu alasan bunda untuk tetap kuat dalam keadaan seperti ini,kamu mau tau ngk tadi bunda mimpi apa?"tanya bunda.

"Apa Bun?"tanya balik zelina.

"Bunda seneng banget tadi bunda mimpi ayah peluk bunda erat banget sampai bunda tuh sesak nafas tapi bunda seneng karena bunda berada di pelukan ayah"jelas bunda.

"Maaf yah bunda,Zee tadi ganggu mimpi bunda"pinta zelina.

"Hahaha,gak papa sayang,yaudah kamu tidur gih besok kan sekolah"ajak bunda.

"Bun,besok Zee ngk sekolah yah"izin zelina sambil memegang tangan bunda.

"Kenapa sayang?"tanya bunda.

" Zee mau gantiin bunda di sini,besok bunda pulang aja istirahat biar ayah Zee yang rawat"jelas zelina.

"Bunda gak papa sayang,kamu aja besok yang pulang"balas bunda lagi.

"Bunda keras kepala deh,ntar kalo ayah udah bangun aku bilang Lo sama ayah"canda zelina.

"Hahaha ampun tuan putri nya ayah"ucap bunda.

••••••

Pagi cerah,sinarnya pun menerangi seluruh mansion.

"Nyonya ada lagi yang kurang?"tanya seorang maid.

"Emm ngadak,oh iya tolong panggilkan Justin kebawah yah"ucap Andini.

"Baik nyonya"

Setalah beberapa menit Justin pun turun dengan celana pendek dan kaos hitam.

"Pagi mah"sapa Justin dan mencium pipi mamanya.

Andini hanya diam saja tak membalas sapaan anaknya.

"Sikat gigi dulu abis bangun"ucap Andini singkat.

"Hehehe maaf yah mah,bau yah?hehehe"balas Justin.

"Ngk lucu,oh iya tdi adik kamu nelpon mama,katanya kamu minta uang sama dia?untuk apa Justin?kenapa juga kamu harus minta ke Nana?yang uang jajannya pun dibawah kamu ?"tanya Andini bertubi-tubi.

"Awas aja lu na"gumam Justin.

"Justin ngk minta uang kok sama Nana,Justin tuh minjam mah bukan minta,mah Justin tuh ngk bisa kalau hidup ngak ada uang"jelas Justin.

"Sama aja Justin,mama ngk perduli sama kamu,kalau kamu mau semua fasilitas itu kembali sama kamu,kamu harus turuti apa kata mama"terang Andini.

"Iya mah maaf,aku bakal lakuin apa aja mah demi dapet uang"tegas Justin.

"Nanti sore kamu ikut mama"

"Okey deh mah"

•••••

Sore pun datang saatnya Andini mengajak Justin ke suatu tempat.

"Ayo jus,kamu ikut mama"ajak Andini.

"Iya mah emangnya kita mau kemana sih?mama sampe pilihi kemeja untuk aku?kita mau kondangan?"tanya Justin.

"Stttt!!diem ngak usah banyak tanya"jelas Andini.

Andini membawa Justin kerumah sakit,ini salah satu rencana Andini untuk deketin Justin dengan zelina.

"Mah,kita kok kerumah sakit?mamah sakit?"tanya Justin.

"Ini anak ngk bisa diem yah,mama bilang tadi apa?jangan banyak tanya!"balas Andini.

"Salah aja deh"

"Stttttt"desis Andini sambil menutup mulut Justin.

Mereka pun turun dan segera keruang mawar tempat dirawatnya ayah zelina.

"Assalamualaikum mbak,Zee"

"Eh Tante Andini, waalaikumsalam Tante"

"Lo Zee kamu sendiri aja?bunda kamu mana?"tanya Andini.

"Bunda lagi ke kantin Tante,barusan aja turun katanya laper"balas zelina.

"Oh gitu yaudah Tante ke kantin juga yah,laper nih"ucap Andini.

"Oh iya Tante"

"Justin,kamu disini aja temenin zelina yah sekalian kenalan sama zelina, okey!"ucap andinj menggunakan peringatan keras kalau Justin harus melakukan nya.

"Justin klok kamu mau fasilitas lagi,kamu harus akrab sama zelina"bisik Andini di telinga Justin dan justin hanya menelan ludah.

"Jaga zelina bentar yah Justin"ucap Andini lagi dan mengedipkan sebelah matanya.

"Demi apa gue harus akrab sama ni amoeba?mamah ada-ada aja deh"batin Justin.

Setelah Andini keluar,tinggallah Justin dan zelina.

"Mau minum apa?"tanya zelina.

"Gue?"

"Ya iyalah cuman kamu dan aku manusia yang sadar disini"balas zelina.

"Sensi amat sih?gue mau lemon tea"jawab Justin.

"Ngak ada di sini cuman ada air putih"balas zelina.

"Terus ngapain Lo pake nanya-nanya mau minum apa?yah kalau cuman ada air putih nggak perlu kali ditanya"jelas Justin.

"Idih sekarang kamu tuh yang sensi,lagi dapet yah?"tanya zelina.

"Sembarangan kalau ngomong,Lo kira gue cowok apaan?cowok abal-abal?"tegas Justin.

"Dasar cope"sindir zelina.

"Apaan cope?"tanya Justin

"Cowok pemarah"jawab zelina.

"Lah elo amoeba"balik sindir Justin.

Mereka pun saling berdebat dan ejek-ejekkan.

Setelah beberapa menit kemudian Andini dan bunda pun datang.

"Gimana jus?udah kamu laksanakan kemauan mama tadi?"tanya Andini.

"Kemauan apa Tante?"tanya zelina polos.

"Gini Zee sayang,Tante nyuruh Justin itu akrab sama kamu kan kamu calonnya Justin"ucap Andini.

"Calon apa Tante,mah"ucap Justin dan zelina bersamaan.

"Ehem, maksud tante itu calon guru lesnya Justin sayang,Tante denger kamu itu pinter,nah kalau anak Tante ini kan otaknya agak kesenggol jadi agak error dikit"jelas Andini.

"Apaan sih mah jelekin anak sendiri ?"tanya Justin dengan wajah yang tak senang.

Punya cerita lain yang ingin kami muat?,Bergabunglah dengan komunitas kami di Telegram,Klik TOMBOL dibawah ini.


"Kan emang bener,zelina tadi Justin baikkan?"jawab Andini.

"Baik kok mah,kita udah akrab banget lagi,ya kan am,,,eh maksudnya Zee"potong Justin dan tak sengaja memegang tangan zelina.

Zelina yang di pegang tangan nya oleh laki-laki tak sedarah pun hanya diam tak berkutik,karena ini kali pertamanya tangan zelina dipegang oleh pria apalagi itu Justin dan jantung zelina langsung bedegub kencang.

//

PART 5

To Be Continued
Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !