Trống

Suamiku Membenciku By : Wsila Amrd

Suamiku Membenciku By : Wsila Amrd

 

Suamiku Membenciku By : Wsila Amrd

Part 1


Hujan kembali turun dan membiarkan gadis mungil itu menatap jendela kamar sendu.
Tatapannya setia bertengger di sana berharap suara mobil segera menyapa indra pendengarannya,namun hampir tiga jam yang lalu ia menunggu sesrorang itu tak kunjung menampakkan kehadirannya.

Sabila putri namanya,gadis berpawakan mungil dengan sepasang bola mata berwarna coklat itu kini tengah menunggu kedatangan suami nya.Ah,suami nya?sabila sedikit meringis mengingat hubungan mereka yang jauh dari deskripsi
'Suami istri'.

Pagi pergi,pulang malam.selama hampir satu bulan yang lalu. Sabila menghapus air matanya yang lancang turun dari sudut matanya,ia hanya perlu bersabar bukan?Ia hanya perlu menunggu kan?hati pria itu akan segera terbuka menerimannya sebagai istri,tapi sampai kapan ia harus menunggu?mungkin ia masih membutuhkan waktu untuk untuk membuat hati pria itu menerimanya dengan tulus. Sabila bertekad,memejamkan matanya untuk mengumpulkan niat.

Sampai deruman mobil terdengar, membuat gadis itu beranjak dari duduknya menuju kaca besar di kamarnya,menghapus air matanya yang tadi sempat mengalir,melengkungkan bibir menciptakan senyuman yang bisa membuat siapa saja yang melihat terpana. Yahh,semua kecuali laki-laki itu.

Sabila segera berlari untuk membukakan pintu.tepat setelah ia membuka daun pintu wajah itu tampak datar melihat ke arahnya,sabila berusaha tetap pada senyumnya,lalu meraih tangan besar dan kekar itu untuk menciumnya,namun laki-laki itu berusaha untuk menepisnya.

"Udah kamu jangan sok cari perhatian sama saya,"ucap pria tersebut dengan tatapan tajam.

"Mas mau mandi dulu atau makan dulu?"tanya sabila berusaha mengalihkan pembicaraan.

Namun Reyhan mengabaikannya begitu saja,sabila tak putus asa dan terus mengejar lelaki itu.

Reyhan andi yunanda,dia mempunyai wajah yang tampan. Dia adalah suami sabila.

"Mas, jawab sabila dong. Mas mau sabila siapin sarapan dulu atau--"

Plakk...

Satu tamparan mendarat tepat di pipi mulus sabila.

"Aww, sakit."Sabila meringis kesakitan sambil memegang pipi bekas tamparan lelaki itu.

"Nggak usah siapin apapun paham!"tegas pria itu.

Pria itu kemudian pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan sabila.

Part 2

Pria itu kemudian pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan sabila yang masih menangis sambil memegang pipinya yang masih sakit.

"Mas,sebenci itukah kamu kepadaku?hiks hiks."Air mata sabila pun mengalir deras.
"Apa kesalahanku mas?apakah aku tidak layak untuk mencintaimu?"batinya.

Ceklek

Pintu kamar terbuka menampakkan seorang lelaki yang sedang memakai jaket berwarna biru muda dan celana jiens hitam panjang dengan gaya bak oppa-oppa korea.

"Mas,mas mau kemana?"tanya sabila yang lansung menghampiri lelaki tersebut.

"Bukan urusan kamu!"jawab lelaki tersebut kemudian pergi meninggalkan sabila.

***

Sudah empat jam Reyhan pergi namun tak juga pulang, dan sekarang juga sudah larut malam. Sabila mulai khawatir karna Reyhan tak kunjung pulang,Sabila pun memutuskan untuk menelfon Reyhan.

Sabila sudah menelfon Reyhan berkali-kali namun tidak di angkat sekali pun. Sabila pun memutuskan untuk menunggu Reyhan di ruang tamu,tak lama kemudian sabila tertidur.

Saat tertidur sabila merasa seperti di tarik oleh seseorang. Dia pun segera membuka matanya dan ternyata benar seseorang yang menariknya itu adalah Reyhan,suami yang tidak menghargai perjuangan seorang sabila ini mendorong tubuh mungil sabila hingga jatuh dan kepalanya terbentur ke dinding,kepala sabila mengeluarkan darah segar. Tapi itu tak membuat monster berhati batu itu merasa kasihan malah membuat dia mejadi senang karna telah menyiksa orang yang ia benci.

"Mas sakit. Hiks hiks"Sabila mulai menagis.

"Sakit?hm,ini belum seberapa,ini baru permulaan." Ucap lelaki itu dengan senyum miringnya.

Part 3

"Ayah,bunda sabila rindu kalian,hiks hiks"suara tangisannya" terdengar oleh Reyhan yg sedang berada di dalam kamar.
"Sabila pengen ketemu sama kalian"sambungnya.

***

Reyhan sedang mengendarai mobil menuju sebuah apartement. Tak lama kemudian dia pun sampai di apartement tersebut.

Dia segera memarkirkan mobil mewahnya itu di tempat parkir dan langsung menuju apartement.

Ceklek

Pintu apartement terbuka. Reyhan langsung menyelonong masuk begitu saja. Setelah masuk ia langsung menghampiri seorang lelaki yang tengah duduk di sofa.

"Eh,ternyata lo Rey." Ujar pria yang tengah duduk di sofa depan tv.
"Tumben lo kesini?lo rindu sama gue?"sambung pria itu sambil tersenyum.

"Iyah ndra. Gue malas liat wajah cewek penghianat itu."jawab Reyhan agak ketus.

"Cewek penghianat,bukannya dia istri lo?"tanya pria itu

"Dia bukan istri gue,walaupun dia itu udah sah jadi istri gue tapi gue nggak mau anggap dia sebagai istri!."jawabnya dengan tegas.
"Gue juga nggak cinta sama dia!"sambungnya.

"Kalo nggak cinta,trus kenapa lo mau nikah sama dia?"tanya pria itu

"Karena perjodohan konyol itu jadi gue terpaksa nikah sama dia!"jawab Reyhan tegas.

"Tapi-"

"Hendra,lebih baik lo diem. Jangan buat gue tambah kesal!"ucap Reyhan dengan nada yang makin meninggi.

Hendra prahara. Dia adalah sahabat dan sekaligus sekertaris Reyhan.mereka sudah bersahabat sejak masih kuliah.

"Iyah gue diem,tapi gue mau kasih saran sama lo." Ujar Hendra.

"Saran apa?"tanya Reyhan tanpa melirik Hendra dan terus menatap ke atas.

"Woy,kalo ngomong sama orang itu ngadep sama orang yang ngomong dong,jangan di kacangin gitu." Ucap Reyhan agak ketus.

"Apaan?"tanya Reyhan yang lansung membalikkan badannya dan langsung menghadap Hendra.

"Sebagai sahabat lo gue mau lo berusaha untuk menerima sabila sebagai istri lo." Saran Hendra.

Part 5

Setelah pintu terbuka mereka segera masuk kedalam dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat Sabila yang tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.

"Astagfirullah. Non kenapa?"ucap bi ina sambil menggoyangkan tubuh mungil Sabila.

Bi ina nampak sangat khawatir dengan Sabila. Namun berbeda dengan Reyhan, dia tampak baik-baik saja dan dia sama sekali tidak memperdulikan keadaan Sabila.

"Semoga dia mati." Batinya sambil tersenyum.

"Den,ini gimana?"tnya bi ina.

"Coba bibi telfon dokter ." Ucapnya.

"Baik den." Ucap bi ina sambil berjalan keluar mencari bantuan.

Setelah beberapa menit bi ina pergi akhirnya bi ina pun kembali membawa seorang dokter.

"Dok tolongin non Sabila. Dok,"pinta bi ina.

"Baik bu." Ucap dokter.

Dokter pun segera memeriksa keadaan Sabila.
Sementara bi ina dan Reyhan menunggu.

Tak lama kemudian dokter pun keluar dari kamar Sabila. Bi ina langsung menghampiri dokter.

"Gimana dok keadaan non Sabila?"tnya bi ina.

"Alhamdulillah. Dia baik-baik saja,dia hanya terlalu lelah dan terlalu banyak fikiran." Jawab dokter.
"Dia harus banyak istirahat." Sambung dokter

"Baik Dok." Ucap bi ina.

"Oh iya ini obatnya bu." Ucap dokter sambil memberi sebuah kantong plastik berisi obat-obatan yang dia pegang itu kepada bi ina.

"Makasih ya dok." Ucap bi ina sambil melempar senyum.

"Yaudah kalo gitu saya pamit pulang dulu yah bu." Ucap dokter melangkah keluar.

Setelah beberapa jam Sabila pingsan akhirnya dia sadar. Bi ina yang melihatnya merasa senang karna Sabila sudah sadar.

"Alhamdulilah non,akhirnya non Sabila sadar juga." Ucap bi ina sambil tersenyum. Sabila pun membalas senyum bi ina dengan senyuman manisnya.

"Tadi non Sabila kenapa?" Tanya bi ina.

"Aku cuman pusing aja kok bi,"jawabnya sambil tersenyum.

"Yaudah. Non sabila minum obat dulu, Habis itu non Sabila istirahat." Ujar bi ina.

"Iya bi." Ucapnya.

Setelah selesai meminum obat sabila langsung tidur. Sementara bi ina masih mengerjakan pekerjaannya.

***

Saat ini Reyhan ingin menemui pacarnya yang bernama karin,mereka sudah pacaran selama lima tahun, Reyhan juga sudah pernah membawa karin ke rumah orang tuanya namun orang tua Reyhan tidak menyetujui hubungannya dengan karin dan memilih untuk menjodohkan Reyhan dengan anak sahabat papahnya yaitu Sabila yang sekarang sudah menjadi istri sah Reyhan.

PART 6

Reyhan masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Saat tiba di apartement karin, Reyhan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Saat sudah berada dalam apartement karin,Reyhan tidak sengaja mendengar karin sedang berbicara dengan seseorang. Mereka berada di dalam kamar karin.

"Sayang,kapan kamu mau nikahin aku?"tanya seorang gadis.

"Iyah. Kamu yang sabar dong sayang."jawab lelaki tersebut.
"Aku bakal nikahin kamu kok, karinku sayang."sambungnya.
Yah perempuan itu adalah karin.

"Aku udah bosan harus pura-pura mencintai Reyhan."ujarnya.

"Kamu harus bertahan sama dia sayang,"ucapnya.
"Kamu harus bisa membalaskan dendamku pada Reyhan."sambungnya.

"Tapi,aku nggak bisa harus terus berpura-pura seperti ini."ujarnya.
"Aku nggak bisa berpura-pura mencintai orang yang sama sekali tidak aku cintai,dan aku itu cintanya cuman sama kamu alex!"sambungnya dengan sedikit menekan kata terakhirnya.

Yah pria itu bernama alex dia adalah teman kerja Reyhan,dia sangat membenci Reyhan karna menurutnya Reyhan telah mencuri apa yang dia inginkan termasuk pekerjaannya.

"Kamu yang sabar yah,kalo dendamku sama Reyhan sudah terbalaskan aku bakal nikahin kamu kok."ujarnya.

"Janji yah sayang."

"Iyah janji."

Mereka asik berbicara dan saling tertawa di dalam kamar karin,sementara Reyhan dia hanya bisa menahan emosi yang makin meluap, dia ingin sekali masuk kedalam kamar karin namun dia urungkan niat itu, dan memilih untuk pergi meninggalkan apartement karin.

Reyhan membawa mobilnya dengan kecepatan setan menuju rumahnya.

Saat sampai di pekarangan rumahnya, tiba-tiba dia ingin meluapkan rasa emosi dan kesalnya itu ke seseorang. "Sabila" itulah yang sedang berada di benaknya saat ini.

"Semua ini gara-gara perempuan pembawa sial itu. Dasar perempuan pembawa sial,gara-gara dia aku kehilangan karin"batinya yang terus mengepalkan tangannya.

Diapun langsung masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan sabila.

"Bi, mana sabila?"tanya Reyhan pada bi ina.

"Non sabila ada di kamarnya den."jawab bi ina.

"Ya sudah bi saya pergi kekamarnya dulu."ucapnya kemudian berlalu pergi menuju kamar sabila

Setelah sampai di depan pintu kamar sabila tanpa ba bi bu Reyhan langsung membuka pintu kamar sabila.

"Ternyata tidak dikunci."batinya sambil tersenyum miring.

Sabila yang tengah asik dengan hanphonenya terkejut ketika melihat Reyhan masuk ke dalam kamarnya.

"Ma-mas,m-mau ng-ngapain?"tanyanya sedikit gagap.

Part 7

"Ma-mas,m-mau ng-ngapain?"tanyanya sedikit gagap.

Reyhan sama sekali tidak memperdulikan semua pertanyaan sabila, dia berjalan ke arah sabila dan menarik tangan sabila dengan kuat hingga terluka.

"Aww, sakit mas,"rengek sabila.

Reyhan sama sekali tidak memperdulikan sabila dan menarik tangan sabila hingga keluar dari kamarnya.

"Mas mau bawa aku kemana?"tnyanya sambil berusaha melepaskan cengkraman Reyhan.

Sabila terus mengikuti Reyhan yg berjalan menuju kolam renang, tak lama kemudian Reyhan melepaskan cengkramannya dan mendorong sabila hingga jatuh ke kolam.

Sabila yg tidak bisa berenang itu berteriak meminta tolong kepada Reyhan, namun Reyhan sama sekali tidak memperdulikannya dan terus tersenyum miring.

"Mas,tolongin aku,aku nggak bisa berenang"pintanya.

"Aku sangat bahagia melihatmu seperti ini sabila."ucapnya dengan tersenyum menatap sabila yg akan tenggelam.

"Emangnya aku salah apa mas?"tanya sabila.

"Asal kamu tau sabila, gara-gara kamu aku jadi kehilangan orang yang sangat,sangat aku cintai, dia adalah orang yang paling berharga di hidupku dan semua ini salah kamu sabila!kamu itu perempuan pembawa sial!" Ucapnya dengan menekan kata-kata terakhirnya.
"Aku ingin sekali menghabisimu sabila." Ucapnya sambil tersenyum sinis.

"Mas,tolong-in..."ucapan Sabila terhenti karna dia mulai kehilangan kesadarannya.

Penglihatannya mulai buram dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan setelah itu dia tidak sadarkan diri.

Dan Reyhan,dia hanya melihat saja. Dia tidak berniat untuk menolong sabila.

"Non sabila."teriak bi ina dari arah blakang dan langsung melompat dan menyelamatkan sabila.

"Non,bangun non."Panggil bi ina.
"Den, apa yang terjadi dengan dengan non sabila?"tnyanya kepada Reyhan.

"Di-dia nggak se-sengaja kepeleset dan jatuh ke dalam kolam bi."jawabnya gugup.

"Terus kenapa den Reyhan nggak nolongin dia."tnya bi ina.

"Bi, coba panggil dokter."ucapnya berusaha mengubah pembicaraan.

"I-iyah,iyah den."ujarnya dan langsung berlari mengambil telepon dan menelfon dokter.

"Assalamualaikum Dok,"

"....."

"Iyah dok tolongin non sabila, dia nggak sadarkan diri."

"....."

"Oh ok baik dok, jangan lama-lama yah dok."ucapnya dan langsung menutup teleponnya Dan berjalan menuju kolam.

"Den, ayok anggkat bawa non Sabila masuk ke kamarnya."Ucap bi ina dan langsung di angguki oleh Reyhan.

Setelah membawa sabila masuk ke kamarnya, Reyhan menyuruh bi ina mengganti baju sabila yang sedang basah.

"Bi,tolong ganti bajunya"pinta Reyhan.

"Baik den."jawab bi ina.

Setelah itu Reyhan berjalan keluar dari kamar sabila dan memilih untuk menunggu di luar.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu.

"Itu pasti dokternya."batin Reyhan dan langsung membuka pintu.
"Eh dokter, ayok masuk."sambungnya.

"Iya." Ucapnya dan masuk ke dalam rumah.

P
E
R
C
E
P
A
T

Tak lama kemudian sabila sadar.

"Non sabila udah sadar."ujarnya. Sabila hanya tersenyum.

"Bibi udah telfon mamahnya den Reyhan dan dia akan datang sebentar lagi."Ucap ina.

"Iyah bi"

"Non,bibi mau tanya sama non?"ujar bi ina.

"Nanya apa bi?"ucap sabila.

"Tadi non sabila2 kenapa?"tnya bi ina.

Sabila langsung menceritakan apa yang terjadi kepada bi ina.

"Bi aku mohon sama bibi, tolong jangan kasih tau mamah yah." Pintanya.

"Baik non,bibi nggak akan kasih tau nyonya." Ujar bi ina.

"Makasih bi." Ucapnya.

"Yaudah non bibi keluar dulu yah, mau beres-beres." Pamit bi ina dan langsung di angguki oleh sabila.

Tak lama kemudian mamah Reyhan pun datang dan langsung mencari keadaan sabila.

"Bi, sabila mana?"tnya mamah Reyhan.

"Dia ada di dalam nyonya." Jawab bi ina.

Mamah Reyhan langsung berjalan menuju kamar sabila yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Saat dia membuka pintu kamar sabila, dia melihat Sabila sedang istirahat dan dia langsung berjalan mendekat dan duduk di samping menantu kesayangannya itu.

"Eh mamah."ucap sabila yang langsung mencium punggung tangan ibu mertuanya.
"Mamah kapan kesini?"sambungnya.

"Mamah baru datang kok." Jawabnya sambil mengusap rambut panjang sabila.
"Ouh yah,tadi kata bi ina di telfon kamu jatuh ke kolam?"sambungnya.

"Nggak papa kok mah."jawabnya.

"Ada apa sih kok bisa jatuh gitu?"tnya nya lagi.

"Itu.. anu.. aku..."ucapnya terbata-bata.

"Kamu kenapa sayang?"tnya bu elvina.

"Aku, aku kepeleset mah."jawabnya dengan spontan.

"Oh jadi gitu yah." Ujarnya.

"Iyah mah," ucapnya

***

Seorang wanita sedang mengendarai mobilnya dengan keadaaan mabuk dia membawa mobilnya dengan kecepatan setan hingga ia tak melihat ada orang di depannya, dia hampir saja menabrak orang tersebut namun dengan cepat ia membanting stir mobilnya untuk menyelamatkan nyawa orang yang ada di depannya itu, tapi malah nyawanya yang berada dalam masalah karna dia tidak sengaja menabrak pembatas jalan dan tak sadarkan diri.

***

Reyhan yang tengah asik menonton tv. Tak lama kemudian handphone nya berbunyi

....dreet....dreet...dreet....
'Bunyi handphone'

Reyhan langsung mengangkat telefonya.

"....."

"Iyah saya sendiri, ini siapa yah?"tnyanya pada seseorang di seberang sana.

"....."

"Di mana tempatnya?"tnyanya yang mulai khawatir.

"....."

"Oh baik,saya akan segera kesana."ucapny langsung menutup telfon.

Reyhan segera pergi ke tempat yang di beritahukan oleh orang yang menelfonnya itu.

***

Part 8

Reyhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan yang padat oleh pengendara lainya dan menuju ke rumah sakit yang di beritahukan oleh orang yang menelfonnya tadi.

lima belas menit berlalu. akhirnya rayhan menghentikan mobilnya di sebuah rumah sakit. Reyhan turun dari mobil setelah memakirkannya di parkiran kemudian rayhan pun segera masuk ke dalam rumah sakit dan bertanya kepada para perawat yang ada di situ.

"sus,pasien yang kecelakaan tadi sore ruangannya dimana?" tanya rayhan dengan panik.

"pasien yang mana ya mas, soalnya di sini banyak pasien yang kecelakaan tadi sore mas,"jawab suster yang bername tag (sri nadila putri)dengan tersenyum ramah.

"pasien yang bernama karin anatasya sus." jawabnya panik.
"ada nggak sus?" sambungnya.

"Sebentar mas saya lagi nyariin." ujar suster nadila.
"oh iya, ada mas!" ucapnya.

"Ruangannya di mana sus."tnya rayhan dengan antusias.

"Dia sedang berada di ruang IGD mas. disana ruangannya" ucap suster nabila sambil menunjuk sebuah ruangan yang tak jauh dari situ.

Rayhan langsung segera menuju ke ruangan yang si beritahukan suster tadi dan melihat keadaan karin. tapi suster dan dokter yang berada di sana melarangnya masuk karna mereka sedang melakukan operasi. Rayhan akhirnya memutuskan untuk menunggu di luar.

***

Suasana di dalam ruang IGD begitu kacau. Para Perawat dan juga dokter sibuk menangani beberapa pasien yang datang bersamaan,dan semuanya dalam kondisi yang beragam.

beberapa yang mengalami keadaan kritis dan juga karin yang membutuhkan pembedahan. keadaanya sangat parah karna mengalami luka yang serius di bagian perut.

setelah beberapa jam rayhan menunggu. akhirnya dokter pun keluar dari ruangan operasi. rayhan segera menghampiri dokter tersebut dan bertanya.

"Dok, bagaimana keadaan karin?" tnyanya.

"pasien mengalami koma akibat pendarahan hebat, karena luka di perutnya. Dia baru saja selesai menjalani operasi. Beberapa tulang dibagian kaki nya pun retak, tapi anda tenang saja, pasien masih punya harapan untuk dapat berjalan kembali seperti semula jika dia menjalani pengobatan. Dokter dan beberapa perawat masih menangani dia, sedangkan tugas saya sudah selesai untuk saat ini. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap." jelas dokter rang bername tag (Ferah iqraf) dengan tenang hingga membuat rayhan cukup tenang.

Part 9

Rayhan pov

Saat mendengar penuturan dokter tadi. Hatiku begitu sakit dan dadaku terasa sesak.

'Lo harus kuat ray,lo harus kuat'batinku menyemangati diri sendiri.

Aku ingin sekali masuk dan menemui karin. Namun, dokter melarangku untuk masuk katanya karin harus banyak istirahat jadi aku memilih untuk menunggu di luar.

Aku sudah menunggu kedatangan tante rianti dan om haryadi selama 6 jam. namun mereka belum datang sampai sekarang.

***

Pov author

Disisi lain Ada seorang gadis yg sedang mondar mandir di depan pintu menunggu kedatangan suaminya. Tak lama kemudian bi ina menghampirinya.

"Non sabila ngapain?" Tnya bi ina.
Yah gadis itu adalah sabila istri rayhan.

"Lagi nungguin mas rayhan bi." Jawabnya sambil tersenyum.

"Oh. Mungkin den rayhan sebentar lagi juga pulang non," ujar bi ina.
"Non istirahat aja biar bibi yang nungguin." Sambungnya.

"Gak usah bi, biar sabila ajah." Tolak sabila.

"Yaudah. Bibi ke dapur dulu ya non." Ujar bi ina dan berlalu pergi meninggalkan sabila.

"Iyah bi" ucapnya sambil melihat punggung bi ina yang mulai menghilang dari pandangannya.

***

Sabila pov

Sudah 3 jam aku menunggu kedatangan mas rayhan. Namun, dia tak kunjung datang. Akhirnya aku pun memutuskan untuk menelfonnya.

'Mas rayhan kok belum pulang sih?" Tnyaku pada diri sendiri.
'Apa aku telfon aja' batinku.

Aku pun segera mengambil handphone ku dan segera mencari nama seseorang.

'Nah ini dia' batinku bahagia karna melihat nama suamiku yg tertera di layar ponselku.

Sudah beberapa kali sabila mencoba untuk menelfon rayhan. Namun yang ia dengan hanya suara operator' tut tut tut. NOMOR YANG ANDA TUJU BERADA DI LUAR JANGKAUAN. COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI...'. Akhirnya sabila pun memutuskan untuk pergi ke dapur dan membantu bi ina untuk membuat makan malam.

***

Di sisi lain. Ada seorang pria yang menunggu kedatangan orang tua pacarnya yaitu tante rianti dan om haryadi.

1 jam
2 jam
3 jam

Akhirnya orang yang ia tunggu tunggu datang juga.

"Udah lama kamu nunggu nya?" Tnya tante rianti.

"Gak kok tan." Jawabnya sambil tersenyum.

"Maaf yah udah buat kamu nunggu lama." Kali ini bukan tante rianti yang bicara melainkan ayah karin yaitu om haryadi.

"Gakpapa kok om." Jawabnya.

"Yaudah. Gimana keadaan karin ray?" Tnya tante rianti.

"Hmmm..." Rayhan hanya bisa berdehem saja karna dia tidak tau bagaimana ia harus memberitau keadaan sabila kepada tante rianti.

"Kenapa ray?" Tnya lgi.
"Tante tanya kok malah bengong sih." Ketusnya.

"Hmmm. Gakpapa kok tan." Ujarnya tersenyum.
"A-aku ke toilet dulu yah tan." Sambungnya berusaha menghindari tante rianti agar tak ditanyakan bagaimana keadaan karin.

***

Rayhan pov

'Untung aku bisa kabur tadi, kalo gak aku bakal di tanyain terus soal keadaan karin' batinku.
'Aku harus menghindar dari tante rianti. Tapi gimana caranya?' batinku bertanya dalam hati.

***

Disisi lain ternyata tante rianti dan om haryadi tengah menangis meratapi nasib anak mereka. Mereka sudah tau apa yang terjadi dengan anak mereka karna sudah di beri tau oleh dokter yang bername tag ( Ghafi ananta)umurnya 25 tahun dia seorang dokter tampan dan kaya raya. Dia anak dari seorang CEO kaya. Di usia yang terbilang masih muda ini dia sudah bisa menjadi dokter ahli bedah .semuanya telah ia miliki namun hanya satu yang belum ia miliki yaitu kekasih.

"Pah, anak kita... hiks.. hiks.." tngis rianti ibu karin.

"Sabar mah." Ucap haryadi mencoba menenangkan istrinya.

"Kasihan karin pah..hiks....hiks"tngis nya semakin keras.

"Bu, ibu yang sabar yah" kali ini bukan haryadi yang menenangkan rianti melainkan dokter ghafi.
"Karin pasti bisa sembuh kok bu." Sambungnya mencoba menenagkan rianti.

"Iyah dok." Ujarnya.

***

Rayhan sudah keluar dari rumah sakit dan sedang menuju mobilnya di parkiran. Setelah masuk kemobilnya dia langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan setan dan menuju ke sebuah tempat.

***

Part 10

Pov author

Rayhan keluar dari rumah sakit dan berjalan menuju mobilnya yang berada di tempat parkiran dan menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit. Di malam yang sepi dan hanya ada beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang ditambah dinginnya angin malam menambah kesan menyeramkan. Namun, itu tak membuat rayhan takut, dia terus mengendarai mobilnya dan berhenti di sebuah apartement.

Tok tok tok
Tok tok tok

"Siapa?" Tnya seseorang dari dalam.

"Ini gue, Rayhan," jawab rayhan.

Ceklek

Pintu terbuka menampakkan seorang pria dengan rambut acak-acakkan seperti habis bangun tidur.

"Eh. lo ray," ucapnya sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ngapain lo kesini?" Sambungnya.

"Gakpapa. Emang gak boleh yah? Yaudah kalo gitu gue pergi!" Ujarnya pura-pura marah.

"Nggak kok,nggak." Ujarnya.
"Ayok masuk!" Ajaknya dan langsung menarik tangan rayhan masuk ke dalam rumahnya.

***

"Akhirnya selesai juga masak nya yah bi," Ucap seorang gadis sambil tersenyum sembari menyajikan makanan di meja makan.

"Iyah non," ucap bi ina.
"Yaudah bibi permisi mau ke blakang dulu yah non." Sambungnya.

"Iyah bi. Makasih ya udah bantu sabila masak." Ucap sabila sambil melempar senyuman manis kepada bi ina.

"Iya sama-sama non." Balas bi ina.

Setelah selesai menyajikan makanan. Sabila pun memutuskan untuk menunggu suaminya itu.

***

" Oh ya rey, lo ngapain malam-malam datang ke sini?" Tanya hendra. Yah sekarang Reyhan sedang berada di apartement sahabatnya hendra.
" Lo punya masalah yah rey?." Tanyanya menyelidiki.

" Iyah. Gua lagi bingung." Jawab Reyhan sambil memijit pelipisnya.

" Bingung kenapa?" Tanya lagi.

" Karin, pacar gua. Dia kecelakaan dan kakinya mengalami keretakkan dan... hiks" ucap Reyhan terputus dan mulai mengeluarkan air mata. Karna dia tidak sangup melihat orang yang dia cintai terluka.

" Sabar rey, sabar. " Ucap hendra berusaha menenangkan sahabatnya. Namun Reyhan masih saja menangis 'ck, macam anak kecil saja' batin hendra.

" Gua nggak bisa liat orang yang gua sayang itu terluka hen." Ucapnya masih sesegukan.

' ternyata lo masih punya hati juga yah rey." Batin hendra.
'Gue pikir hati lo itu udah jadi batu.' Sambungnya.

" Lo lebay banget sih jadi orang." Ucap hendra dan membuat Reyhan naik pitam.

" Lebay maksut lo apaan?hah!" Tanya reyhan sambil mengusap kasar air matanya.

" Kalo lo sayang sama karin? Lo harus nyemangatin dia jangan buat dia putus asa!" Ujar hendra dan langsung membuat Reyhan tersenyum.

" Oke. Gua bakal jadi penyemangat dia!" Ujar reyhan dengan penuh semangat.

"Nah gitu dong." Ucap hendra sambil memeluk sahabatnya.

"Lo emang sahabat terbaik gue. Makasih yah ndra, gue cinta deh sama lo." Ujar reyhan sambil memeluk sahabatnya dengan erat. 'hahaha cinta? Jangan gila kau ferguso'.

"Dih jijik gue." Ucap hendra dan melepaskan pelukan reyhan. Sedangkan reyhan malah nyengir.

"Hehehe. Maaf" ucap Reyhan.
"Eh malam ini gue nginap disini yah," sambungnya.

"Iyah iyah." Balas hendra.

"Makasih. Uch, aku makin sayang deh sama kamu hen." Goda Reyhan. Dan membuat sahabatnya itu sedikit menjauh darinya.

"Dih. Lo homo banget sih!" Ucap Hendra kesal.

"Hihihi."

***

"Mas reyhankok belum pulang sih?" Tanyanya pada diri sendiri.

'Apa jangan dia....' ah sabila kok kamu jadi berpikiran kayak gtu sih' batinya dan terus mondar mandir di depan pintu menunggu kedatangan suaminya. Karna terlalu fokus dengan pikirannya, sabila tak menyadari kedatangan bi ina.

"Non," suara bi ina yang baru saja datang dan membuat sabila terkejut.

"Astagfirullah. Bi, untung aja aku gak pingsan." Ucapnya sambil mengelus pelan dadanya.

"Hehe. Maaf non" ucap bi ina.
"Non lagi nungguin siapa sih? kok serius banget bibi liatnya." Tanya bi ina sambil celingak celinguk melihat keluar jendela namun tak melihat seorang pun di luar.

"Lagi nungguin ma reyhan bi," jawabnya.

"Den reyhan mungkin lagi lembur di kantornya non, jadi pulangnya pasti telat," ujar bi ina.
"Lebih baik non Sabila istirahat aja." Sambungnya dan mendapat anggukkan dari sabila.

Sabila pun berjalan menuju kamarnya dan menghempaskan tubuh mungilnya di atas kasur. Setelah itu dia langsung terlelap dan menuju alam mimpi.

***

Part 11


Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !